Selasa, 29 Juni 2010

USBU RAJAB 1431


Segala puji bagi Allah swt. yang telah memberi taufiq kepada kita untuk beramal kebaikan dalam bingkai amal jama’i menuju tertegaknya keadilan dan terwujudnya kesejahteraan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah saw. yang memberikan teladan dalam menggapai kejayaan dan mewujudkan cita-cita perjuangan. Semoga bimbingan Allah swt. selalu menyertai kita dan tauladan Rasulullah saw. selalu menjadi acuan kita dalam menapaki jalan dakwah yang usianya lebih panjang dari usia biologis kita.
Amma ba’d:
Di antara parameter keberhasilan dakwah adalah meluasnaya opini (‘Umumud di’ayah), banyaknya pendukung (Katsratul anshar), dan kokohnya kader (Matanatut takwin). (muktamar khamis).
Perluasan opini dakwah harus didukung dengan pelayanan pada masyarakat, penyelesaian berbagai persoalan mereka, tabligh, penyebaran berbagai media. Yang dikenal dengan istilah Amal Aam atau nasyrul fikrah secara umum.
Banyaknya pendukung harus didukung dengan komunikasi kader terhadap berbagai elemen masyarakat, pergaulan erat dengan berbagai kalangan, dan interaksi positif dengan berbagai pihak, sehingga tercipta berbagai komunitas masyarakat yang mendukung dakwah, jalinan sosial yang kuat antara kader dengan tokoh-tokoh masyarakat, dan semakin banyak lapisan masyarakat yang “berkerumun” di sekitar kita; aktivitas ini dikenal dengan istilah Rabtul Aam.
Sedangkan, kokohnya kader didukung oleh system pembinaan yang baik, pengelolaan tarbiyah yang handal, pelaksana tarbiyah yang berkualitas, kurikulum yang teruji, dan peserta yang antusias. Yang dikenal dengan istilah tarbiyah khashah, atau amal nukhbawi.
Tiga hal itu harus berjalan secara proporsional dan seluruh kader harus terlibat di dalamnya. Sebab kader dinamai aktivis karena amal melekat dalam dirinya. Jika ia tidak beramal, maka bukan aktivis, tetapi “pasifis.” Di samping itu, amal (baik pada medan amal aam, rabthul aam, atau amal nukhbawi) merupakan salah satu tanda kebaikan hamba, sebagaimana sabda Rasulullah saw.,
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ فَقِيلَ كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ الْمَوْتِ
“Apabila Allah menghendaki baik pada seorang hamba, maka Allah mempekerjakannya.” Ditanyakan, “Bagaimana Allah mempekerjanya wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Memberikan taufiq kepadanya untuk amal shalih sebelum meninggal.” (HR. Turmudzi)
Imam Al-Banna berpesan, “Seorang aktivis beramal karena menunaikan kewajiban, untuk mendapatkan pahala akhirat, dan untuk kemanfaatan. Karena itu, jika aktivis telah beramal, maka ia telah menunaikan kewajiban dan pasti akan mendapatkan pahala akhirat, jika syarat-syaratnya terpenuhi. Sementara manfaat terserah kepada Allah; terkadang peluang datang tanpa diduga, sehingga amalnya menghadirkan buah yang paling barokah. Sebaliknya, jika ia tidak beramal, maka mendapat dosa keteledoran, tidak mendapatkan pahala jihad, dan terhalang dari kemanfaatan. Maka manakah yang lebih baik posisi dan kelompoknya?”
Karena itu, seorang aktivis tidak menunggu diberi pekerjaan atau amanah, tetapi ia bisa menciptakan pekerjaan-pekerjaan positif dalam kehidupannya, terutama dalam tiga bidang garap dakwah yang telah disebutkan. Sebab amal adalah sifat yang melekat dalam dirinya.

Sabtu, 10 November 2007

Dakwah Sebuah Keniscayaan


Allah bangga dengan hamba-Nya yang senantiasa berdakwah di jalan-Nya. Firman Allah, “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (Fushshilat:33) Perhatikan betapa Allah telah menegaskan bahwa perkataan yang paling baik adalah perkataan para dai. Sebab mereka tidak berkata kecuali ajarannya. Setiap kalimat yang mereka ucapkan semata untuk menyebarkan kebaikan, dan kedamaian bagi manusia.
Saudaraku, sungguh kita hidup di zaman di mana tangan-tangan kebatilan bekerja keras untuk merusak tatanan. Mereka gerogoti aqidah muslim dengan menyebarkan khurafat melalui film-film yang mengagungkan para dukun. Mereka rusak ekonomi dengan sistem ribawi. Mereka cemari budaya budaya dengan tebar budaya pornografi agar tidak ada perbedaan antara manusia dengan binatang. Mereka raih media dengan menawarkan hiburan yang menggerogoti akhlaq dan moral generasi muda. Orang diajak tertawa dalam rentetan hiburan yang tidak bermakna. Padahal ulama mengatakan bahwa tertawa mematikan hati.
Saudaraku, ketahuilah bahwa Allah menegakkan alam ini dengan sistem yang sangat rapi. Para ahli astronomi menemukan fakta-fakta ilmiah bahwa seandainya matahari bergeser dari posisinya menjadi lebih dekat ke bumi, barang satu centimeter, niscaya bumi akan terbakar. Atau sebaliknya jika ia bergeser lebih jauh dari bumi barang satu centimeter, bumi akan beku. Perputaran siang dan malam yang dengannya Allah bersumpah dalam Al-Qur’an, “Wallaili idzaa yaghsya wan nahaari idzaa tajalla (Al-Lail:1-2), adalah bukti kerapian sistem alam ini. Tidak hanya untuk alam, untuk manusia Allah juga meletakkan sistem dan aturan. Nabi dan rasul dipilih untuk mengajak manusia mengikuti sistem dan aturan ilahi. Bila manusia melakukan penyimpangan, ia pasti akan mendapatkan akibatnya, cepat atau lambat. Al-Qur’an menyebutkan penyimpangan tersebut dengan istilah thagha (melampaui batas). Lihatlah kesudahan kaum Aad, Tsamud dan Firaun beserta tentaranya.
Jalan dakwah adalah keniscayaan. Setiap diri yang mengaku muslim hendaknya berdakwah. Berdakwah bukan hanya berceramah seperti yang banyak orang pahami. Rasulullah saw. pernah bersabda kepada Ali bin Abi Thalib r.a, “Mengajak satu orang kepada hidayah Allah itu lebih baik bagimu dari harta yang sangat kau banggakan. Rasulullah saw. menegaskan bahwa mengajak satu orang kepada kebaikan adalah dakwah. Maka dengan ini kegiatan dakwah tidak hanya terbatas pada kegiatan berceramah. Melainkan ia lebih berupa kegiatan menggunakan segala kemampuan, fasilitas dan kemungkinan lainnya untuk mempengaruhi orang lain agar taat kepada Allah. Orang bisa berdakwah dengan segala kemampuannya, menulis buku, berkomunikasi dengan orang lain dan lain sebagainya.
Ingat, dakwah adalah keniscayaan. Tanpa dakwah agama akan hilang. Tanpa dakwah kemanusiaan akan hancur. Selamat di dunia maupun di akhirat tidak ada pilihan kecuali dengan berdakwah di jalan Allah.
Bismillahiroohmaaniroohim
Segala puji bagi Allah, Tuhan Maha Pengasih yang telah melimpahkan karuniaNya pada kita. shalawat dan salam semoga tetap terlimpah pada uswah hasanah kita, Nabi Muhammad SAW.

Senang sekali saya bisa membuat blog ini. Semoga ini akan menjadi sarana dakwah untuk melakukan sebah perubahan ke arah yang lebih baik terkait dengan ummat Islam.

Perkenalkan nama saya, Roni Setiawan, 33 tahun. Lulusan Statistika Unpad yang sekarang aktif berkiprah di sebuah lembaga pelatihan bernama JPSi (Jaringan Pengembangan sumber Daya Insani).

Dalam kehidupan ini, isteri saya, Ani Susniati, dengan setia menjadi partner dalam menempuh dan berupaya menuju keluarga yang sakinah, mawadah warohmah. Bersama dengan 2 bah hati yang lucu-lucu sebagai obat di kala stress, Hasna Ribathul Fahma dan Wafa Nidaul Hasanah.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.